![]() |
| Al-Habib Salim bin Abdulah Assyatiri |
Ikramuda
- Rabu 12 Januari 2011 Seorang ulama masyhur dari yaman hadramaut yaitu
Al Habib Salim Assyatiri rahimahullah di Surabaya tepatnya di daerah ampel
jalan margi di rumah Al Habib Husein bin Abdullah Assegaf. Sudah tradisi para
ulama timur tengah tiap bulan muharrom dan syaban mereka selalu keliling dunia
ke Negara-negara untuk berkunjung dan ziarah ke para auliya di dunia.
Dalam
kunjungannya di rumah Habib Husein Assegaf , Habib Salim memberikan
mauidoh hasanah kepada para jamaah yang hadir dalam majlis barokah tersebut.
Beliau ceramah dengan bahasa arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia oleh Al Habib taufik Assegaf.
Dalam
ceramahnya, beliau mengucapkan syukur pada Allah atas dikumpulkannya kita di
rumah barokah, rumah yang didirikan majlis dirian Habib Abu Bakar bin Muhammad
Assegaf yang diteruskan oleh Al Habib Husein bin Abdullah Assegaf. Beliau
berkata bahwa para keturunan orang sholeh jika mengikuti jejak orang sholeh
maka kemuliaan tersebut adalah kemuliaan besar. Ibarat menggali sumur di dekat
sumur bagi mereka para keturunan orang-orang sholeh dalam mengikuti jejak
salafunassholih menuntut ilmu agama mencari rahmat Allah SWT. Lain dengan
orang-orang yang bukan keturunan para salafunassholih, mengikuti jejak
salafunassholih tak gampang. Seperti menggali sumur yang jauh dari sumbernya
yang sulit untuk mendapatkan air. Tapi lain dengan mereka yang mencintai
para salafunassholih, kesulitan tersebut akan hilang dan menjadikan
mereka mudah mengikuti jejak salafunassholih sama seperi para ahlul bait
keturunan orang-orang sholih. Mencintai Ahlul Bait akan mendapatkan seperti apa
yang didapatkan para Ahlul Bait yaitu kemuliaan di sisi Allah dan Rasulullah.
Dalam
agama, anak cucu adam dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu Waladun Sabiq, Waladun
Lahiq, dan waladun mahiq. Waladun sabiq ialah orang-orang yang mengungguli
orang tua mereka dalam beragama contohnya seperti Al Habib Abullah bin Alwi Al
Haddad sohibul Rotib. Waladun Lahiq adalah anak yang mengikuti, meneruskan
jejak orang tua mereka dalam beragama. Dalam pepatah arab dikatakan bahwa, “
Orang yang yang beriman dan mengikuti jejak mereka salafunassholih maka akan
digabungkan satu kelompok dengan salafunassholih.” Jangan sampai kita
menjadi waladun mahiq! Yaitu anak yang keluar dari toriqoh orang tua mereka.
Jika itu terjadi maka kerugian yang didapat yaitu terganggu pikirannya, mati
dalam usia muda, dan sengsara hidupnya. Naudzubillah min dzalik. Al Habib Salim
juga berkata dalam ceramahnya yaitu orang yang keluar dari toriqoh salaf maka
akan dibenci oleh mereka para salafunassholih. Zaman sekarang begitu mudahnya
orang melakukan maksiat kecuali orang-orang yang dekat pada Allah.
Beliau
Al Habib Salim Assatiri juga berpesan kepada para pemuda sekarang. Jadilah
pemuda yang mengikuti jejak para salafunassholih yang mencintai salafunassholih
dan selalu dekat pada ahlul bait. Allah membanggakan pemuda yang sholih, taat
pada Allah, mengikuti jejak Rasulullah dan salafunassholih. Jangan jadi pemuda
yang hidup bergelimang maksiat. Hidup di dunia hanya sementara. Jaga diri dari
perbuatan maksiat dan bewrkumpulah pada orang-orang sholeh. Hati-hatilah kamu
pada orang-orang yang berbeda aliran, toriqoh, kelakuan yang tidak mencerminkan
akhlak Rasulullah dan para Salafunassholih karena itu membuat kita rusak dan keluar
dari toriqoh para salafunassholih. Dalam penutup ceramah Al Habib Salim
Assatiri beliau berdoa mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang baik
terjaga dari kesesatan. Kemudian majlis ditutup dengan doa dan qosidah.
