Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang
dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya.
Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin
tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Demikianlah keadaan umat Islam. Tatkala mereka semakin bersemangat dalam
mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta yang tidak jelas
asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan sunnah Rasul
(amalan-amalan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam di dalam-hadits-hadits yang shohih.
Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh
setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi
mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya
serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di
dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Berikut hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi :
HADITS PERTAMA :
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم-
قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ
لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ »
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada
hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua
Jum’at.”
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)
DERAJAT HADITS :
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”.
Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Shohih Al-Jami’
no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180 no.736).
HADITS KEDUA :
عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : «
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ
الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ
Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi
wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari
surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan
di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat
Al-Kahfi.”
(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu
Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam
Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).
DERAJAT HADITS :
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan
penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam:
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]
…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia
membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena
ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”
(SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru
Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas
bin Sam’an radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.
HADITS KETIGA :
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
: « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى
مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ
ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ
بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat
Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya
baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan
barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu
Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan
barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;
“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA”
“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA”
(artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi
bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon
ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran
putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan
robek sampai hari Kiamat.”
(Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81
dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan
Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai
dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori
dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya,
pent)).
DERAJAT HADITS :
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651).
Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi. Mudah-mudahan
kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya
dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.